Memang yang paling sering disalahkan adalah nasabah sendiri. Akan sangat sulit membuktikan bahwa nasabah tidak melakukan suatu kelalaian yang menyebabkan ATM-nya bobol. Banyak contoh kejadian yang ujung-ujungnya nasabah yang dinilai lalai. Termasuk sebagian besar yang saya tulis di sini.

Keterlibatan orang dekat

Ini juga cukup sering terjadi dan tentunya bukan kesalahan dari bank. Misal seorang bapak tiba-tiba melihat bahwa saldo rekeningya berkurang, dan setelah dicek ternyata ada penarikan melalui ATM atau transfer melalui mobile banking. Coba introspeksi lagi, ditelaah lagi. Kadang orang yang dalam keadaan kesal karena uangnya hilang akan cenderung terbawa emosi dan lupa melihat ke diri sendiri.

“Sumpah, saya tidak pernah transaksi ini dan hanya saya yang tahu nomor PIN saya”, katanya sambil marah-marah di bank. Tapi sedetik kemudian dalam hatinya berkata “Hanya saya yang tahun PIN-nya, serta istri saya, anak sulung, anak bungsu, sopir saya dan mantan sopir yang dipecat bulan lalu….” :O

Ya dipikirkan lagi apakah tidak ada kemungkinan keterlibatan orang dekat, sekecil apapun. Mungkin pernah ada orang yang pernah kita mintai tolong atau menawarkan bantuan. Biasanya kita lengah pada saat ada orang yang kelihtannya baik, tapi siapa tahu ada saatnya dia khilaf.